Merencanakan konten blog

Jika anda seorang blogger atau pembuat konten, anda pasti pernah merasakan rumitnya merencanakan dan membuat konten. Bukan hanya ketika topik konten yang dibuat belum jelas, kerumitan juga bisa dialami ketika topik konten sudah jelas.

Konten blog yang ingin saya buat adalah Web Development, namun dengan mengetahui topik konten saja ternyata belum cukup bagi saya untuk bisa menulis artikel yang saya inginkan.

Luasnya pembahasan mengenai Web Development membuat saya terpaksa menguraikannya terlebih dahulu. Tujuanya untuk memperjelas perspektif dengan menentukan jenis artikel, menentukan kategori artikel dan membuat kerangka tulisan yang sesuai dengan konten.

Menentukan jenis tulisan

Web Development dapat diuraikan menjadi dua sub topik, Front end development dan Back end development.

Dari segi penulisan sebenarnya tidak ada perbedaan diantara keduanya. Saya bisa menggunakan jenis tulisan dokumentasi untuk hal-hal teknis yang berhubungan dengan kode program dan jenis tulisan tinjauan untuk hal-hal nonteknis yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kode program.

Sepertinya tidak ada masalah dengan jenis tulisan.

Menentukan kategori tulisan

Awalnya saya membuat artikel dengan kategori berdasarkan bahasa atau framework yang di bahas dalam artikel. Tapi kekurangan dari cara ini adalah :

  1. Jika ada 20 bahasa dalam artikel-artikel yang saya tulis, maka akan ada 20 kategori dalam blog saya.
  2. Bertambahnya tulisan dengan bahasa baru akan terus bertambah kategorinya.
  3. Terkadang dalam satu artikel yang sama membahas lebih dari satu bahasa. Hal ini memunculkan kebingungan pada saat menentukan kategori.

Cara yang kedua, saya bisa gunakan sub topik dari Web Development, yaitu front end dan back end development sebagai kategori. Tapi cara ini juga bukan cara yang baik dalam menentukan kategori, dengan alasan :

  1. Hanya akan ada dua kategori dalam blog.
  2. Artikel-artikel yang saya tulis tidak akan terorganisir dengan baik karena bercampur baur antara banyak bahasa.
  3. Blog saya akan kelihatan seperti tidak punya tema bahasan.

Sebagai solusi, saat ini saya menggunakan cara ketiga. Nama kategori ditentukan berdasarkan tahapan dalam pengembangan web. Jadi, bahasa web seperti HTML, CSS dan JavaScript akan digabungkan ke dalam satu kategori yaitu “Pemula”. PHP, Web Framework, Jekyll dan teknologi web lainnya akan dipisah sesuai dengan namanya sendiri.

Kesimpulan

Sebagai kesimpulan, dalam blog ini terdapat tiga jenis tulisan :

  1. Dokumentasi - tulisan jenis dokumentasi ini memuat tentang potongan-potongan kode program yang di dokumentasikan sebagai arsip. Potongan kode juga bisa berupa perintah command line. Hal ini perlu saya lakukan untuk mempermudah pada saat dibutuhkan nanti.
  2. Tinjauan - tulisan jenis tinjauan merupakan rangkuman-rangkuman dari artikel dan buku yang saya baca. Saya perlu menuliskannya untuk mengumpulkan ide dan gagasan.
  3. Catatan - tulisan jenis ini lebih bersifat penyampaian dari saya pribadi, layaknya tulisan.

Khusus untuk jenis tulisan dokumentasi dan tinjauan, akan dikategorikan berdasarkan berdasarkan tahapan pengembangan web, HTML, CSS dan JavaScript akan digabung dalam kategori “Pemula”. PHP, Web Framework dan teknologi web lainnya akan diberikan nama kategori berdasarkan nama teknologinya.