Static web atau web statis lebih dikenal di awal era perkembangan WEB. Tim Berners Lee sebagai penggagas teknologi web pada awalnya membuat web server dan web browser, tapi hanya mampu mengolah atau menampilkan text.
Teknologi web tersebut dikenal dengan nama HTTP (Hypertext Transfer Protocol) yang sampai sekarang masih tetap digunakan, namun sudah dengan berbagai pengembangan sehingga tidak hanya teks, gambar dan suara juga dapat ditampilkan.
Perbedaan antara web statis dan web dinamis sebenarnya bukan dilihat dari HTTP-nya, namun pada konten yang ditampilkan di browser.
Jika web tersebut ditampilkan dibrowser sebagaimana failnya yang tersimpan di hard disk, maka bisa dikatakan web tersebut merupakan web statis. Tampilan halaman web statis tidak akan berubah kecuali perubahan dilakukan secara manual pada failnya.
Berbeda dengan web statis, halaman yang ditampilkan oleh web dinamis merupakan hasil query dari sistem basis data. Disebut dinamis karena tampilan web bisa saja berubah berdasarkan kondisi-kondisi tertentu.
Pada umumnya web statis dibangun diatas bahasa standar web :
Contoh kode web statis :
<head>
<title>
"Nama Website"
</title>
</head>
Pembuatan web dinamis biasanya menggunakan bahasa pemprograman :
Contoh kode web dinamis :
<head>
<title>
<?php get_nama_web() ?>
</title>
</head>
[1] Comparison of Static and Dynamic Websites
[2] Static VS Dynamic Website