Apa itu desain? merupakan pertanyaan dasar yang banyak di lewatkan ketika kita mengenal dunia desain. Mungkin karena kata desain adalah kata yang dipahami oleh semua orang, sehingga kita merasa telah paham apa itu desain.
Awalnya saya memandang desain sebagai sebuah gambar visual yang dibuat untuk mempromosikan sesuatu, dijaman sekarang kita menyebutnya desain grafis. Saya juga memandang desain sebagai gambaran dari sebuah bangunan yang dibuat oleh para arsitek untuk menggambarkan seluk-beluk rancang bangunan.
Dengan pandangan tersebut, yang terlintas dipikiran saya ketika mendengar kata desain adalah gambar. Sebagaimana gambar iklan yang merupakan hasil dari desain grafis dan gambar rancangan bangunan.
Cara pandang bahwa desain adalah gambar ternyata berdampak pada pola pikir saya ketika melakukan desain. Sehingga, ketimbang memikirkan masalah dan tujuan desain yang ingin dicapai, lebih banyak saya melakukan desain dengan meniru hasil desain orang yang dibuat dengan masalah dan tujuan yang kadang berbeda jauh.
Pada akhirnya, hasil tidak sesuai dengan tujuan.
LALU APA ITU DESAIN ?
Desain adalah proses pencarian solusi dari sebuah masalah dengan cara berpikir, mempertanyakan, menguji kesimpulan dan terus mengembangkan ide dan gagasan untuk medapatkan solusi baru yang sesuai dengan tujuan desain.
Desain bisa dilakukan oleh siapa saja dan dalam lingkup apa saja dengan memperhatikan prinsip-prinsip desain.
1. Desain harus dimulai dari masalah
Masalah bisa berupa sesuatu yang baru atau pengembangan. Misalnya saya telah memiliki sebuah website, tapi masalah dari website tersebut adalah kurangnya pembaca.
Dari masalah tersebut, saya kemudian memulai proses berpikir dengan mempertanyakan penyebab dari masalah tersebut.
Kemungkinan penyebabnya karena konten atau isi dari website yang kurang bagus, atau bisa juga karena keberadaan website yang tidak diketahui oleh pembaca dan mungkin karena tata letak dan desain grafisnya membosankan.
2. Tujuan harus jelas
Berdasarkan masalah sebelumnya, saya tahu bahwa saya perlu memperbaiki kualitas kontent atau isi dari website. Saya juga perlu menerapkan SEO (Search Engine Optimizer) agar keberadaan website saya diketahui oleh pembaca. Yang terakhir saya perlu mendesain ulang tampilan website.
3. Melakukan Brainstorming
Brainstorming dilakukan untuk mengumpulkan ide dan gagasan untuk menyelesaikan masalah sesuai dengan tujuan.
Sebagai contoh, dalam konteks memperbaiki kualitas kontent. Ide-ide yang dapat dilakukan untuk memperbaiki kualitas konten seperti :
4. Desain dan Purwarupa
Prototype atau purwa rupa dibuat sebagai contoh model yang bisa memperlihatkan hasil akhir sebelum hasil akhir tersebut dibuat.
Desain dan prototype berjalan beriringan. Ketika membuat prototype, pertanyakan hasil dari prototype tersebut apakah sesuai dengan tujuan (berhasil) atau tidak, atau jika telah berhasil namun masih kurang memuaskan maka disempurnakan.
Tujuan dibuatnya prototype adalah agar pemilik/pembuat website dapat menilai sesuai atau tidak hasil akhir yang nanti dibuat dengan tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Dalam kasus tulisan, bisa dengan cara membuat kerangka tulisan sebelum menulis.
Untuk tampilan website bisa dengan menggambar sketsa tampilan website yang baru.
5. Uji Coba dan Implementasi
Boleh melakukan uji coba terlebih dahulu kemudian implementasi, atau langsung implementasi.